Selasa, Maret 27, 2007
Minggu, Januari 14, 2007
PERJALANAN HIDUP
Hidup, adalah kata yang menyimpan misteri, tak seorangpun dapat menduga hidup ini sesungguhnya. Siapapun ingin mengetahui jalan hidupnya, namun itu hanya sia-sia belaka. Hidup ini seperti sebuah film, kitalah Pemeran Utamanya.dan Sang Pencipta adalah Sutradaranya. Hidup ini juga seperti sebuah peperangan yang harus kita perjuangkan untuk memperoleh kemenangan¨itulah misterinya.
Kita kadang tak mengerti mengapa keadaan kita jadi seperti sekarang, dimana kita tinggal, dengan siapa kita bertemu, mengapa kita mengalami derita dan kebahagiaan yang sering tidak seimbang. Semua itu adalah bagian dari skenario yg harus kita lewati, karena setiap manusia mempunyai catatan jalan hidup yang beragam, sehingga begitu banyak macam cerita tentang kehidupan dalam dunia ini. Maka seharusnya kita belajar untuk tidak frustasi, selalu mengeluh, bahkan selalu menyalahkan orang lain, dan akhirnya timbul bermacam-macam kebencian dan pahit hati. Kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi dalam hidup ini, tapi kita dapat belajar memahami sedikit saja, bahwa jalan hidup itu sudah ada yang mengatur. Untuk itulah pentingnya kita harus selalu berserah diri kepada Sang Pencipta Agung yang mengatur segalanya. Namun pada dasarnya semua cerita kehidupan itu intinya sama, satu dengan yang lain. Hidup ini selalu terisi dengan aneka masalah yang akan menimbulkan Duka dan Bahagia yang tidak bisa kita tolak.
Hidup adalah = Harapan, Imbalan, Derita, Upaya, Perhentian.
Harapan : Kita selalu mengharapkan kehidupan yang baik, Bahagia, Sejahtera, Mengharapkan solusi saat kita menghadapi masalah, harapan tentang pemulihan saat kita terpuruk. Berharap ingin menjadi orang yang sukses bahkan ternama. Dsb....
Imbalan : Semua orang mendapat IMBALAN dalam hidupnya. Saat ia bekerja, saat ia berbuat baik, ataupun kala ia berbuat jahat. Sang Agung telah menentukannya. Jadi setiap perbuatan yang kita lakukan Pasti ada imbalannya.
Derita : Dalam hidup pasti ada derita, dan memang itulah hidup. Itu sebabnya beragam masalah tercipta dalam hidup kita, dan yang pasti setiap manusia memilikinya. Entah derita yang kita alami karena ulah orang lain ataupun karena ulah kita sendiri. Kebahagiaan yang kita nikmati hanyalah IMBALAN dari Harapan kita yang diwujudkan oleh TUHAN saat kita berserah pada-NYA, memohon belas Kasih-NYA.
Upaya : Setiap manusia harus berupaya dlm menjalani hidupnya. Ia harus bekerja untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup secara materi, ia juga harus belajar toleransi untuk mendapatkan teman dan hidup bersosial. Ia harus berupaya bangkit saat ia mengalami keterpurukan dengan jalan ia harus lebih banyak meluangkan waktu untuk lebih dekat dengan Sang Agung. Ia harus berupaya untuk menjadikan hidupnya berkualitas, dengan berbuat segala kebaikan, apakah itu menolong orang lain, mengampuni kesalahan orang lain, ramah, bermurah hati, segera memperbaiki kesalahan kesalahannya, walau sering kita gagal dalam melakukannya, tetaplah mencobanya karena selama kita masih benafas, kita masih memiliki kesempatan untuk melakukannya.
Perhentian : Inilah akhir dari hidup “Sebuah Perhentian”. Perhentian yang akan dialami oleh semua orang. Dimana setiap orang tidak lagi dituntut untuk berbuat baik, tidak lagi dapat melakukan apa yang ia inginkan, ia tidak dapat lagi memperbaiki suatu kesalahan, dan yang sangat menyakitkan adalah ia tidak lagi memiliki kesempatan untuk bertobat! Ia tinggal menikmati HASIL dari apa yang ia jalani di dunia ini. (Begitulah HIDUP)
Sebaiknya, kita memanfaatkan waktu yang ada untuk selalu berbuat kebajikan, walau mungkin kita gagal melakukannya.tetaplah mencobanya, karena kesempatan itu selalu ada, selama kita masih bernafas, asal kita mau segera menyadarinya dan memperbaikinya. Bagaimanapun salehnya hidup seseorang, ia pasti pernah melakukan kesalahan. Apapun jenisnya, segala perbuatan yg tidak baik adalah suatu Kesalahan.
Kesalahan itu akan tetap ada dan sudah menjadi bagian dalam perjalanan hidup ini, entah kesalahan yang sepele, atau yang serius, sebab itu adalah wajar jika manusia melakukan kesalahan, selama orang itu mau koreksi diri dan selalu berusaha untuk memperbaiki kesalahannya., maka kesalahan itu akan menjadikan kita untuk bisa lebih bijaksana, lebih mawas diri, lebih mengerti tentang orang lain, lebih bisa mengampuni, karena ia dapat merasakan betapa bahagianya jika mendapat pengampunan, Tapi bukan berati kita boleh seenaknya melakukan kesalahan. Sebaiknya juga kita selalu berusaha untuk berhati-hati agar kita tidak berbuat salah, semakin sedikit kita melakukan kesalahan, adalah semakin baik, hidup kita akan semakin indah, semakin berkualitas dan, semakin berarti.
Hidup ini menuntut kita harus melakukan sesuatu perjuangan untuk mencapai Kemenangan¨ sebelum sampai di garis finish : yaitu "Perhentian". Sebab itu setiap manusia dihadapkan dengan berbagai macam Masalah¨. Dari setiap masalah yang timbul, pasti ada Kesalahan¨. Segeralah memperbaiki Kesalahan yang kita punya saat ini, sebelum terlambat. Hanya masing-masing orang yang tahu, masalah apa yang ada dalam hidupnya saat ini, sedang dalam situasi apa dan Apa yang harus ia lakukan saat ini untuk mencapai Kemenangan .
Renungkanlah, bahwa setiap masalah yang kita hadapi saat ini, mempunyai Pesan yang membuat kita introspeksi terkandung di dalamnya :
1. Mungkin kita harus lebih sabar.
2. Mungkin saat ini kita harus lebih tawakal, banyak berserah diri kepada TUHAN.
3. Mungkin saat ini, kita dihadapkan dengan orang yang harus kita lebih perhatikan.
4. Mungkin juga saat ini kita dituntut untuk belajar Mengampuni dengan Tulus.
5. Mungkin kita diharuskan untuk lebih banyak memberi.
6. Mungkin TUHAN ingin kita lebih banyak meluangkan waktu untuk-NYA
7. Mungkin kita harus lebih banyak menolong orang lain.
8. Mungkin kita harus lebih waspada akan bahaya Dosa dan Hidup lebih mawas diri.
9. Mungkin saat ini kita mulai untuk tidak bergosip yang merugikan orang lain.
10. Mungkin saat ini kita mulai untuk tidak menggunakan kekuatan, harta, kekuasaan
atau kepandaian kita untuk menyombongkan diri tetapi kita menyadari itu semua adalah
Karunia TUHAN semata.
11. Mungkin saat ini kita harus segera meninggalkan dosa yang masih membuat kita terlena.
Namun kelak jika sudah terlambat akan menimbulkan penyesalan yang teramat .Cepatlah
Bertindak sebelum terlambat.
Tuhan Maha Pengampun, Penuh Belas Kasih, dan IA akan selalu merentangkan Tangan-NYA untuk menerima kita tanpa melihat: Kesalahan kita, asal kita benar-benar selalu rindu untuk kembali di jalan yang benar. IA ingin agar kita berada di rumah-NYA saat kita sampai pada akhir dari PERJALANAN HIDUP kita…Amin…
Kita kadang tak mengerti mengapa keadaan kita jadi seperti sekarang, dimana kita tinggal, dengan siapa kita bertemu, mengapa kita mengalami derita dan kebahagiaan yang sering tidak seimbang. Semua itu adalah bagian dari skenario yg harus kita lewati, karena setiap manusia mempunyai catatan jalan hidup yang beragam, sehingga begitu banyak macam cerita tentang kehidupan dalam dunia ini. Maka seharusnya kita belajar untuk tidak frustasi, selalu mengeluh, bahkan selalu menyalahkan orang lain, dan akhirnya timbul bermacam-macam kebencian dan pahit hati. Kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi dalam hidup ini, tapi kita dapat belajar memahami sedikit saja, bahwa jalan hidup itu sudah ada yang mengatur. Untuk itulah pentingnya kita harus selalu berserah diri kepada Sang Pencipta Agung yang mengatur segalanya. Namun pada dasarnya semua cerita kehidupan itu intinya sama, satu dengan yang lain. Hidup ini selalu terisi dengan aneka masalah yang akan menimbulkan Duka dan Bahagia yang tidak bisa kita tolak.
Hidup adalah = Harapan, Imbalan, Derita, Upaya, Perhentian.
Harapan : Kita selalu mengharapkan kehidupan yang baik, Bahagia, Sejahtera, Mengharapkan solusi saat kita menghadapi masalah, harapan tentang pemulihan saat kita terpuruk. Berharap ingin menjadi orang yang sukses bahkan ternama. Dsb....
Imbalan : Semua orang mendapat IMBALAN dalam hidupnya. Saat ia bekerja, saat ia berbuat baik, ataupun kala ia berbuat jahat. Sang Agung telah menentukannya. Jadi setiap perbuatan yang kita lakukan Pasti ada imbalannya.
Derita : Dalam hidup pasti ada derita, dan memang itulah hidup. Itu sebabnya beragam masalah tercipta dalam hidup kita, dan yang pasti setiap manusia memilikinya. Entah derita yang kita alami karena ulah orang lain ataupun karena ulah kita sendiri. Kebahagiaan yang kita nikmati hanyalah IMBALAN dari Harapan kita yang diwujudkan oleh TUHAN saat kita berserah pada-NYA, memohon belas Kasih-NYA.
Upaya : Setiap manusia harus berupaya dlm menjalani hidupnya. Ia harus bekerja untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup secara materi, ia juga harus belajar toleransi untuk mendapatkan teman dan hidup bersosial. Ia harus berupaya bangkit saat ia mengalami keterpurukan dengan jalan ia harus lebih banyak meluangkan waktu untuk lebih dekat dengan Sang Agung. Ia harus berupaya untuk menjadikan hidupnya berkualitas, dengan berbuat segala kebaikan, apakah itu menolong orang lain, mengampuni kesalahan orang lain, ramah, bermurah hati, segera memperbaiki kesalahan kesalahannya, walau sering kita gagal dalam melakukannya, tetaplah mencobanya karena selama kita masih benafas, kita masih memiliki kesempatan untuk melakukannya.
Perhentian : Inilah akhir dari hidup “Sebuah Perhentian”. Perhentian yang akan dialami oleh semua orang. Dimana setiap orang tidak lagi dituntut untuk berbuat baik, tidak lagi dapat melakukan apa yang ia inginkan, ia tidak dapat lagi memperbaiki suatu kesalahan, dan yang sangat menyakitkan adalah ia tidak lagi memiliki kesempatan untuk bertobat! Ia tinggal menikmati HASIL dari apa yang ia jalani di dunia ini. (Begitulah HIDUP)
Sebaiknya, kita memanfaatkan waktu yang ada untuk selalu berbuat kebajikan, walau mungkin kita gagal melakukannya.tetaplah mencobanya, karena kesempatan itu selalu ada, selama kita masih bernafas, asal kita mau segera menyadarinya dan memperbaikinya. Bagaimanapun salehnya hidup seseorang, ia pasti pernah melakukan kesalahan. Apapun jenisnya, segala perbuatan yg tidak baik adalah suatu Kesalahan.
Kesalahan itu akan tetap ada dan sudah menjadi bagian dalam perjalanan hidup ini, entah kesalahan yang sepele, atau yang serius, sebab itu adalah wajar jika manusia melakukan kesalahan, selama orang itu mau koreksi diri dan selalu berusaha untuk memperbaiki kesalahannya., maka kesalahan itu akan menjadikan kita untuk bisa lebih bijaksana, lebih mawas diri, lebih mengerti tentang orang lain, lebih bisa mengampuni, karena ia dapat merasakan betapa bahagianya jika mendapat pengampunan, Tapi bukan berati kita boleh seenaknya melakukan kesalahan. Sebaiknya juga kita selalu berusaha untuk berhati-hati agar kita tidak berbuat salah, semakin sedikit kita melakukan kesalahan, adalah semakin baik, hidup kita akan semakin indah, semakin berkualitas dan, semakin berarti.
Hidup ini menuntut kita harus melakukan sesuatu perjuangan untuk mencapai Kemenangan¨ sebelum sampai di garis finish : yaitu "Perhentian". Sebab itu setiap manusia dihadapkan dengan berbagai macam Masalah¨. Dari setiap masalah yang timbul, pasti ada Kesalahan¨. Segeralah memperbaiki Kesalahan yang kita punya saat ini, sebelum terlambat. Hanya masing-masing orang yang tahu, masalah apa yang ada dalam hidupnya saat ini, sedang dalam situasi apa dan Apa yang harus ia lakukan saat ini untuk mencapai Kemenangan .
Renungkanlah, bahwa setiap masalah yang kita hadapi saat ini, mempunyai Pesan yang membuat kita introspeksi terkandung di dalamnya :
1. Mungkin kita harus lebih sabar.
2. Mungkin saat ini kita harus lebih tawakal, banyak berserah diri kepada TUHAN.
3. Mungkin saat ini, kita dihadapkan dengan orang yang harus kita lebih perhatikan.
4. Mungkin juga saat ini kita dituntut untuk belajar Mengampuni dengan Tulus.
5. Mungkin kita diharuskan untuk lebih banyak memberi.
6. Mungkin TUHAN ingin kita lebih banyak meluangkan waktu untuk-NYA
7. Mungkin kita harus lebih banyak menolong orang lain.
8. Mungkin kita harus lebih waspada akan bahaya Dosa dan Hidup lebih mawas diri.
9. Mungkin saat ini kita mulai untuk tidak bergosip yang merugikan orang lain.
10. Mungkin saat ini kita mulai untuk tidak menggunakan kekuatan, harta, kekuasaan
atau kepandaian kita untuk menyombongkan diri tetapi kita menyadari itu semua adalah
Karunia TUHAN semata.
11. Mungkin saat ini kita harus segera meninggalkan dosa yang masih membuat kita terlena.
Namun kelak jika sudah terlambat akan menimbulkan penyesalan yang teramat .Cepatlah
Bertindak sebelum terlambat.
Tuhan Maha Pengampun, Penuh Belas Kasih, dan IA akan selalu merentangkan Tangan-NYA untuk menerima kita tanpa melihat: Kesalahan kita, asal kita benar-benar selalu rindu untuk kembali di jalan yang benar. IA ingin agar kita berada di rumah-NYA saat kita sampai pada akhir dari PERJALANAN HIDUP kita…Amin…
Kamis, Mei 11, 2006
Ketika Luka
Entah perasaan, pengharapan ataukah ketakutan smata!!!
Berkisar tentang diri
Ketika sebuah kebahagian terpancar dalam cahaya
Namun berjalannya waktu kian hari kian redup..oleh cahaya itu.
Ketika ku mengikrarkan sebuah angan
Sebagian orang kan mengatakan "itu tidak realistis"
Ku coba pertahakan sebuah angan itu.
Yang begitu kecil dan mungil.
Melebihi mikroorganisme terkecil.
Akankah..harapan itu dapat dicari, ?
Akankah harapan itu dapatdimiliki ?
Ya..Rabb...Kubisa hanya berdoa dan terus berdoa.
Dalam doa..kutenangkan jiwa dalam sunyi hening.
Dalam doa..ku bertanya? Dan terus bertanya?
Hingga kutemukan sebuah alur pasti dalam melangkah.
Ya..Rabb jika memang aku adalah seonggok sampah tak bernilai,
Maka biarlah sampah itu terpendam dalam tanah mu.
Hingga tak ada yang mengetahui keberadaanku.
Ya rabb...jika memang tak ada lagi jiwa yg dapat mengerti akan diriku?
Mengerti akan keinginanku?
Biarlah ia terbang bebas.
Bersama hembusan angin yang menerpa dunia.
Dan jika kau bukakan pintu telingamu pada umatmu, maka aku bersyukur karena kau masih memberikan doa dan harapan pada umat-Mu.
Namun..akankah telinga umat-Mu akan sampai menuju diriku?
Wallahualam....
Berkisar tentang diri
Ketika sebuah kebahagian terpancar dalam cahaya
Namun berjalannya waktu kian hari kian redup..oleh cahaya itu.
Ketika ku mengikrarkan sebuah angan
Sebagian orang kan mengatakan "itu tidak realistis"
Ku coba pertahakan sebuah angan itu.
Yang begitu kecil dan mungil.
Melebihi mikroorganisme terkecil.
Akankah..harapan itu dapat dicari, ?
Akankah harapan itu dapatdimiliki ?
Ya..Rabb...Kubisa hanya berdoa dan terus berdoa.
Dalam doa..kutenangkan jiwa dalam sunyi hening.
Dalam doa..ku bertanya? Dan terus bertanya?
Hingga kutemukan sebuah alur pasti dalam melangkah.
Ya..Rabb jika memang aku adalah seonggok sampah tak bernilai,
Maka biarlah sampah itu terpendam dalam tanah mu.
Hingga tak ada yang mengetahui keberadaanku.
Ya rabb...jika memang tak ada lagi jiwa yg dapat mengerti akan diriku?
Mengerti akan keinginanku?
Biarlah ia terbang bebas.
Bersama hembusan angin yang menerpa dunia.
Dan jika kau bukakan pintu telingamu pada umatmu, maka aku bersyukur karena kau masih memberikan doa dan harapan pada umat-Mu.
Namun..akankah telinga umat-Mu akan sampai menuju diriku?
Wallahualam....
Jumat, April 07, 2006
Anak ZAman
Aku tanam kan benih hidup
Aku sirami dengan doa
Tumbuh-tumbuhlah pohon kehidupan
Mekar-mekarlah bunga harapan
Burung Terbang menelan bintang
Dingin mencekam menakutkan
Bunga-bunga api menari-nari
Waspada..waspadalah pancaroba
Hari baru telah datang
Bunga-bunga masa depan
Telah datang perubahan
Bintang-bintang anak zaman
Aku sirami dengan doa
Tumbuh-tumbuhlah pohon kehidupan
Mekar-mekarlah bunga harapan
Burung Terbang menelan bintang
Dingin mencekam menakutkan
Bunga-bunga api menari-nari
Waspada..waspadalah pancaroba
Hari baru telah datang
Bunga-bunga masa depan
Telah datang perubahan
Bintang-bintang anak zaman
Selasa, Februari 28, 2006
Hal Baru
Ada hal baru ?
Tentang penyusutan... ungkapan keluhan
Keengganan bergagi... keresahan perasaan
Sedangkan perhatian, semakin terarah pada keseriusan
Adalah peleburan diri, dengan 1 tujuan dan 1 harapan
Semua bercakupan masa depan
Semakin membebani, kesadaran tak bekukan kemaun.
Merampingkan kenangan, demi perwujudan harapan
Tentang penyusutan... ungkapan keluhan
Keengganan bergagi... keresahan perasaan
Sedangkan perhatian, semakin terarah pada keseriusan
Adalah peleburan diri, dengan 1 tujuan dan 1 harapan
Semua bercakupan masa depan
Semakin membebani, kesadaran tak bekukan kemaun.
Merampingkan kenangan, demi perwujudan harapan
Selasa, Januari 17, 2006
Obsesi
Tentang perasaan dan tujuan, ceritakan kenyataan ntuk ambil pilihan
Berjalan atau tetap diam ? bertahan atau larikan permasalahan ?
“Kita lupakan”!! mengenal hati dari semua yg kutemui,
Mencari toleransi demi solusi nanti,
Memang tak ada yg abadi, sekedar melalui
Dan tetap terus melalui …ahhh “BULSHIT” kaliiieee... yachhhh….!
Mampu bisa menguasai, sebab hati tau
Cuma ambisi mampu ngarahin kendali konsep diri “Pengen ke kanan atau ke kiri ? ”
Skarang……. Loeee……. yakini dgn hati !!
Apakah obsesi mendukung orientasi ??
Berjalan atau tetap diam ? bertahan atau larikan permasalahan ?
“Kita lupakan”!! mengenal hati dari semua yg kutemui,
Mencari toleransi demi solusi nanti,
Memang tak ada yg abadi, sekedar melalui
Dan tetap terus melalui …ahhh “BULSHIT” kaliiieee... yachhhh….!
Mampu bisa menguasai, sebab hati tau
Cuma ambisi mampu ngarahin kendali konsep diri “Pengen ke kanan atau ke kiri ? ”
Skarang……. Loeee……. yakini dgn hati !!
Apakah obsesi mendukung orientasi ??
Jumat, April 08, 2005
Langit dan Bumi
Perumpamaan antara langit dan bumiDalam menyikapi rasa cinta
langit adalah laki-laki dan bumi adalah wanita
Bumi memupuk apa yang telah dijatuhkan langit
Apabila bumi kekurangan panas,
Maka langit mengirimkannya
Apabila ia kehilangan kesegaran dan embun,
Langit memperbaharuinya
Langit berkeliling , bagaikan sang suami mencari nafkah kesana kemari
Dan bumi sibuk dengan urusan rumah tangga
Ia melahirkan dan menyusui apa yang dilahirkan
Andaikan pasangan ini tidak mengecap kenikmatan dari satu sama lain,
Mengapa mereka melangkah bersama bagaikan sepasang kekasih ?
Tanpa bumi, bagaikan bunga dan pohon-pohon bisa mulai berkembang ?
Lantas apa yang akan dihasilkan oleh air dan kehangatan langit ?
Sebagaimana Illahi Rabbi memberikan keinginan kepada laki-laki dan wanita
Rabu, Februari 02, 2005
Gerbong, Kroya 16 Juli 21.05
Mencari........tenang
Temui kegelapan dalam bimbang
Matahari mencair
Berfikir hingga akhir
Bersama...teman, berjalan cari mata air.
Temui kegelapan dalam bimbang
Matahari mencair
Berfikir hingga akhir
Bersama...teman, berjalan cari mata air.
Selasa, Desember 21, 2004
Teman
"....Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata 'Aku Lupa',
Menunggu selamanya ketika kamu berkata 'Tunggu Sebentar',
Tetap tinggal ketika kamu berkata 'Tinggalkan aku sendiri',
Membuka pintu meski kamu belum mengetuk
dan berkata 'Bolehkah saya masuk'?....." (Kahlil Gibran)
"Kadang kala,
Teman yang membawamu
ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu
Adalah cinta yang tidak kamu sadari...
"Teman baik memang bukan manusia sempurna
tapi ia akan berusaha untuk hadir ketika dibutuhkan".
Menunggu selamanya ketika kamu berkata 'Tunggu Sebentar',
Tetap tinggal ketika kamu berkata 'Tinggalkan aku sendiri',
Membuka pintu meski kamu belum mengetuk
dan berkata 'Bolehkah saya masuk'?....." (Kahlil Gibran)
"Kadang kala,
Teman yang membawamu
ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu
Adalah cinta yang tidak kamu sadari...
"Teman baik memang bukan manusia sempurna
tapi ia akan berusaha untuk hadir ketika dibutuhkan".
Jumat, Desember 03, 2004
Selamat Jalan Bunda
Tentang perasaan bunda
Engkau datang seiring sejalan
Entah ? akankah engkau tuai masa depan ku
Ku tak pertanyakan sekarang...bunda
Ku ibaratkan hanya dalam harapan
Ketika kesadaran itu jauh di depan
Sekarang ku tekannkan perkembangan
Maaf kusisihkan buaian
Tak kala senyuman kau basuh di perasaan
Tenanglah dan bahasakan pada bunda
Selamat Jalan.....?
Senin, November 01, 2004
TOPENG
Topeng-topeng yang dipermainkan
Dengan membagi dan iklaskan ia pergi,
Sebab ia berfungsi, bukan karna takut mati....!
Ku bermain seperti itu
Khawatir ortu tak siap terima itu
Akan tetapi orientasi tetap orientasi
Orientasi dihati, hidup mati ikatan konsekuensi
Ada hidup dia berani mati....!
Karna saya berisi jiwa, yang penuh tanda tanya
Demi memaksimalkan orientasi
Jiwa menyikapi, dengan mencari, lalu beraksi
Kekuatan ini yakiniku untuk menyadari potensi
Dalam mencapai hal yang dianggap mimpi
Ketika kupahami dua hati realisasi abadi
Satu aktualisasi abadi demi satu orientasi abadi
Dengan membagi dan iklaskan ia pergi,
Sebab ia berfungsi, bukan karna takut mati....!
Ku bermain seperti itu
Khawatir ortu tak siap terima itu
Akan tetapi orientasi tetap orientasi
Orientasi dihati, hidup mati ikatan konsekuensi
Ada hidup dia berani mati....!
Karna saya berisi jiwa, yang penuh tanda tanya
Demi memaksimalkan orientasi
Jiwa menyikapi, dengan mencari, lalu beraksi
Kekuatan ini yakiniku untuk menyadari potensi
Dalam mencapai hal yang dianggap mimpi
Ketika kupahami dua hati realisasi abadi
Satu aktualisasi abadi demi satu orientasi abadi
Jawablah
Karna rasa ingin tau kita mau
Sebab meyakini itu mampu bahagiakan kalbu
Kita ingin bertemu
Walau hanya selintas semilir angin
Sekarang ku bertanya pada dirimu
Apakah kamu butuh itu....?
Bagaimana kamu menyikapi
Yang seharusnya kamu lakukan
Dan dimana tujuan hidupmu.....?
Jawablah dengan tanggung jawab
Yang ada pada dirimu
Sebab meyakini itu mampu bahagiakan kalbu
Kita ingin bertemu
Walau hanya selintas semilir angin
Sekarang ku bertanya pada dirimu
Apakah kamu butuh itu....?
Bagaimana kamu menyikapi
Yang seharusnya kamu lakukan
Dan dimana tujuan hidupmu.....?
Jawablah dengan tanggung jawab
Yang ada pada dirimu
Jumat, Oktober 29, 2004
Teluk Penyu
Entah kapan dan akankah datang
Tentang senang ataukah menang
"Sekarang kita rasakan"
Tak s'lamanya pikiran tentukan jalan
Renungkan pengharapan (sekarang)
Temukan tujuan dan sasaran
Langganan:
Postingan (Atom)

RSS Feed (xml)







